<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Seputar Raja Sisingamangaraja 12</title>
	<atom:link href="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com</link>
	<description>Penghormatan &#38; Kenangan Terhadap Sang Pahlawan Nasional</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2009 08:46:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/573111a72a464cc42e2eee52850dd2d2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Seputar Raja Sisingamangaraja 12</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/osd.xml" title="Blog Seputar Raja Sisingamangaraja 12" />
		<item>
		<title>Keturunan Langsung Raja Sisingamangaraja 12 Mengatakan Bahwa Tradisi Batu Mengalami Pergeseran Fungsi Dan Nilai Di Batak Toba</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/keturunan-langsung-raja-sisingamangaraja-12-mengatakan-bahwa-tradisi-batu-mengalami-pergeseran-fungsi-dan-nilai-di-batak-toba/</link>
		<comments>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/keturunan-langsung-raja-sisingamangaraja-12-mengatakan-bahwa-tradisi-batu-mengalami-pergeseran-fungsi-dan-nilai-di-batak-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 08:46:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogseputarrajasisingamangaraja12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Sisingamangar]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Tonggo Tua Sinambela (Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[19 Juli 2008 (KATAKAMI)  Tradisi batu yang pernah berkembang di Batak Toba mengalami pergeseran fungsi dan nilai. Sebagian masyarakat masih melakukan ritual budaya terkait dengan batu untuk mengatasi persoalan hidupnya. Ratusan tahun silam tradisi batu ini berkembang sebagai bagian dari budaya Toba.

Sekarang sudah tidak ada lagi orang membuat batu untuk keperluan tradisi. Namun batu kuno [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=61&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"><span style="font-size:small;color:#000000;font-family:Georgia;">19 Juli 2008 </span>(KATAKAMI)<span>  </span>Tradisi batu yang pernah berkembang di Batak Toba mengalami pergeseran fungsi dan nilai. Sebagian masyarakat masih melakukan ritual budaya terkait dengan batu untuk mengatasi persoalan hidupnya. Ratusan tahun silam tradisi batu ini berkembang sebagai bagian dari budaya Toba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
Sekarang sudah tidak ada lagi orang membuat batu untuk keperluan tradisi. Namun batu kuno peninggalan sejarah masih dijaga untuk kepentingan lain, salah satunya, tutur cicit dari Sisingamangaraja ke-12 Raja Tonggo Tua Sinambela, Kamis (17/7/2008), di akhir acara Save The Tao.</p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Tonggo mengatakan tradisi batu yang masih tersisa di Batak Toba salah satunya ada di daerah Sagala, Kabupaten Samosir. Di daerah itu warga masih melakukan ritual di Batu Hobon yang dinilai sebagai batu peninggalan Raja Uti (cucu pertama Raja Batak-Red). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Raja Uti pernah menyimpan sesuatu di batu ini yang kini belum pernah diketahui isinya.</p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Masyarakat tidak pernah bisa membukanya. Masyarakat masih melakukan ritual dengan meminta pertolongan pada Batu Hobonatas persoalan yang dihadapinya. Raja Uti juga disebut sebagai perantara berkah bagi orang Batak.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Ritual batu juga masih berkembang ada di Bakkara, Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan. Di tempat itu ada batu terkenal yang bernama Siungkap-ungkapon. Batu yang berbentuk mirip sumur itu pada Si Singamangaraja menjalankan pemerintahan tradisional.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Sekarang masyarakat masih memberikan sesembahan di batu itu. Mereka berharap keberuntungan kepada batu itu dengan doa-doa, katanya. Tonggo mengakui adanya pergeseran menganggap batu zaman sekarang. Contohnya, kata Tonggo, batu Siungkap-ungkapon dipakai untuk berperang. Batu itu bisa menghancurkan kekuatan lawan secara magis.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Banyak Mati </span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Dia mengatakan banyak tradisi batu yang sudah lama mati. Kini tidak ada lagi orang Batak yang membuat sarkofagus (wadah kubur dari batu) secara kreatif. Tradisi mengolah batu untuk kepentingan sehari-hari tidak berkembang lagi. &#8220;Padahal di Danau Toba banyak menyimpan aneka batu bagus, &#8221; katanya.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Peneliti Balai Arkeologi Medan Taufikurrahman Setiawan mengatakan secara umum batu kuno bernilai sejarah masih terjaga baik. Sejumlah daerah yang masih menyimpan batu kuno bersejarah dengan baik di antaranya ada di Sialagan dan Simanindo, Kecamatan Simanindo, Samosir.</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"><br />
<span class="fullpost">Di Sialagan batu tempat persidangan raja masih bisa dilihat bentuk aslinya. Wisatawan bisa menikmati dengan baik tempat ini. Tidak jauh dari tempat ini, aneka kursi batu yang juga tempat persidangan juga masih terjaga. Penduduk sekitar hafal cerita sejarah tempat itu.</span></p>
<p><span class="fullpost"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">Senada dengan Tonggo, tradisi batu mengalami pergeseran besar kawasan Danau Toba. Masyarakat, tutur Taufikurrahman, memandangnya sebagai benda bernilai wisata.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Berbeda dengan Nias, tradisi batu masih berkembang kental. Ada pembuatan batu seperti daro-daro (meja batu) di Nias Selatan. Mandegnya tradisi batu, katanya, salah satunya dipengaruhi oleh perkembangan agama. (kcm)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span class="fullpost"><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;">&lt;Sumber : <a href="http://galungjo.blogspot.com/2008/07/tradisi-batu-di-toba-alami-pergeseran.html">http://galungjo.blogspot.com/2008/07/tradisi-batu-di-toba-alami-pergeseran.html</a>&gt;</span></span><span style="font-size:10pt;color:#333333;line-height:115%;font-family:&quot;"></span></p>
Posted in Uncategorized Tagged: Raja Sisingamangar, Raja Tonggo Tua Sinambela (Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12) <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=61&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/keturunan-langsung-raja-sisingamangaraja-12-mengatakan-bahwa-tradisi-batu-mengalami-pergeseran-fungsi-dan-nilai-di-batak-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e1e0571ed10f6b902d061fae2e53e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogseputarrajasisingamangaraja12</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raja Tonggo Tua Sinambela :  RAJA SISINGAMANGARAJA 12 ITU BUKAN PEMBUNUH !</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-raja-sisingamangaraja-12-itu-bukan-pembunuh/</link>
		<comments>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-raja-sisingamangaraja-12-itu-bukan-pembunuh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 08:22:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogseputarrajasisingamangaraja12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[ MEDAN (KATAKAMI)  16 February 2009, Unjuk rasa pembentukan Provinsi Tapanuli Utara (Protap), Selasa (3/2) yang berakhir ricuh hingga menewaskan Ketua DPRDSU Azis Angkat, disesalkan semua pihak. 
Terutama keturunan Pahlawan Sisingamangaraja XII, Ir Tonggo Tua Sinambela. Tonggo Tua Sinambela, sebagai cicit Raja Sisingamangaraja 12.
Raja Tonggo Tua menyesalkan unjuk rasa itu juga menyesalkan pemakaian logo atau lambang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=54&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> <img class="alignleft size-full wp-image-55" title="1_642587605s4" src="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/1_642587605s4.jpg?w=118&#038;h=150" alt="1_642587605s4" width="118" height="150" /></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">MEDAN (KATAKAMI)<span>  </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">16 February 2009, Unjuk rasa pembentukan Provinsi Tapanuli Utara (Protap), Selasa (3/2) yang berakhir ricuh hingga menewaskan Ketua DPRDSU Azis Angkat, disesalkan semua pihak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">T</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">erutama</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"> keturunan Pahlawan Sisingamangaraja XII, Ir Tonggo Tua Sinambela. Tonggo Tua Sinambela, sebagai cicit </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Raja </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Sisingamangaraj</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">a 12.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Raja Tonggo Tua </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">menyesalkan unjuk rasa itu juga menyesalkan pemakaian logo atau lambang Sisingamangaraja XII. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Logo ini dipakai para pengunjuk rasa seperti pada jaket almamater Universitas Sisingamangaraja XII (US XII) dan properti lain. </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR"></p>
<div id="attachment_58" class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img class="size-medium wp-image-58" title="111-tonggo_26" src="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_26.gif?w=259&#038;h=300" alt="Raja Tonggo Tua Sinambela, Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12" width="259" height="300" /><p class="wp-caption-text">Raja Tonggo Tua Sinambela, Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12</p></div>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="PT-BR">Pemakaian logo saat unjuk rasa, menurut Raja Tonggo Tua Sinambela, secara tidak langsung menyebutkan Sisingamangaraja seorang “pembunuh”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Padahal Sisingamangaraja bukan seorang pembunuh. Ia pernah menjadi DPO bukan karena membunuh,” ujar Thomson, salah seorang anggota Forum Sisingamangraja XII. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tonggo, mengakui dalam penggunaan logo Sisingamangaraja XII, adalah hak siapa setiap warga negara apalagi Sisingamangaraja XII merupakan milik semua publik sehingga dapat dengan bebas menggunakannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Namun sebagai keturunan Sisingamangaraja, dirinya sempat kesal apalagi pemakaian logo untuk berbuat anarki. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tonggo, cucu Raja Karel Buntal, anak ke empat dari 7 bersaudara Raja Sisingamangraja XII ini menilai gambar dua pedang berbentuk silang ditempel di jaket almamater menjadikan semua etnik Batak jadi anarki, padahal tidak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>“Untuk itu kami menolak stigmatisasi kultural terhadap etnik Batak melalui insiden itu,” tegas Tonggo. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tonggo yang merupakan Ketua Forum Sisingamangaraja XII ini dalam pertemuan di Jalan SM Raja kemarin selain menyesalkan pemakaian logo juga meminta agar insiden itu harus diproses hingga tuntas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sekretaris Forum Sisingamangaraja XII, Ir Mangarimpun Parhusip, mengatakan pembentukan Provinsi Tapanuli merupakan wacana lama, namun sering terjadi selisih paham dan tujuan dari Protap tidak sesuai lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Meski begitu, lanjutnya, pembentukan Protap harus dilanjutkan dengan mengembalikan tujuan awalnya, yakni menjadikan masyarakat Tapanuli lebih sejahtera karena selama ini pembangunan di Tapanuli masih jauh dari harapan padahal  daerah itu kaya sumber daya alam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">“Proses pemekaran di Sumut harus dalam perspektif percepatan pembangunan lokal untuk kepentingan nasional, namun jangan juga dipaksa secara anarki seperti ini,” sesal Mangarimpun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(Sumber :  <a href="http://manduamastapanulibarat.wordpress.com/2009/02/16/tonggo-tua-sinambela-cicit-sisingamangaraja-%E2%80%9Csisingamangaraja-bukan-pembunuh%E2%80%9D/">http://manduamastapanulibarat.wordpress.com/2009/02/16/tonggo-tua-sinambela-cicit-sisingamangaraja-%E2%80%9Csisingamangaraja-bukan-pembunuh%E2%80%9D/</a>)</span></p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=54&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-raja-sisingamangaraja-12-itu-bukan-pembunuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e1e0571ed10f6b902d061fae2e53e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogseputarrajasisingamangaraja12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/1_642587605s4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1_642587605s4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_26.gif?w=259" medium="image">
			<media:title type="html">111-tonggo_26</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12 Mengecam Keras Penggunaan Simbol &amp; Atribut Raja Sisingamangaraja 12 Dalam Demo Anarkis Di DPRD Sumut</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/cicit-kandung-raja-sisingamangaraja-12-mengecam-keras-penggunaan-simbol-atribut-raja-sisingamangaraja-12-dalam-demo-anarkis-di-dprd-sumut/</link>
		<comments>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/cicit-kandung-raja-sisingamangaraja-12-mengecam-keras-penggunaan-simbol-atribut-raja-sisingamangaraja-12-dalam-demo-anarkis-di-dprd-sumut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 07:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogseputarrajasisingamangaraja12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[





MEDAN (KATAKAMI)  Forum Sisingamangaraja XII menyesalkan insiden 3 Februari 2009 dan turut berduka cita atas wafatnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat. Forum yang dipimpin langsung oleh cicit pahlawan nasional dari Sumatera Utara, Raja Tonggo Tua Sinambela, inipun menyayangkan penggunaan atribut atau symbol yang berhubungan dengan Raja Sisingamangaraja XII dalam aksi anarkis itu.
”Kami menyayangkan pemakaian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=47&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:transparent;border:#f0f0f0;padding:0 9pt;" align="left" valign="top"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<div id="attachment_51" class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img class="size-medium wp-image-51" title="111-tonggo_25" src="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_25.gif?w=259&#038;h=300" alt="Raja Tonggo Tua Sinambela" width="259" height="300" /><p class="wp-caption-text">Raja Tonggo Tua Sinambela</p></div>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">MEDAN (KATAKAMI)<span>  </span>Forum Sisingamangaraja XII menyesalkan insiden 3 Februari 2009 dan turut berduka cita atas wafatnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat. Forum yang dipimpin langsung oleh cicit pahlawan nasional dari Sumatera Utara, Raja Tonggo Tua Sinambela, inipun menyayangkan penggunaan atribut atau symbol yang berhubungan dengan Raja Sisingamangaraja XII dalam aksi anarkis itu.</span></p>
<p>”Kami menyayangkan pemakaian simbol dan logo dari Raja Sisingamangaraja XII, oleh oknum-oknum tertentu sebagai lambang perjuangan dalam aksi insiden berdarah di kantor DPRD Sumut. Untuk itu saya tegaskan mewakili keluarga bahwa pemakaian simbol dan lambang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Raja Sisingamangaraja XII ini,” kata Raja Tonggo Sinambela kepada wartawan koran ini, Jumat (13/2)</p>
<p>“Kami menolak stigmatisasi kultural terhadap etnik Batak melalui insiden tersebut, yang dapat berdampak pada timbulnya diskriminasi baru di Indonesia,” sambungnya. Penjelasan Forum Sisingamangaraja XII disampaikan Tonggo Tua didampingi sekretarisnya Ir Mangarimpun Parhusip, Wilson Silaen, Ir Anggiat Pasaribu, Joni Robert Simanjuntak dan Thompson HS, di Toba Lauser Jalan SM Raja Medan.</p>
<p>Pihaknya menilai bahwa proses pemekaran di Indonesia sudah lama berlangsung, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Agar proses pemekaran serupa yang terjadi di Sumatera Utara, dalam perspektif percepatan pembangunan lokal untuk kepentingan nasional, juga harus mengacu kepada undang-undang yang berlaku tersebut.</p>
<p>”Proses pemekaran ini jangan dipaksakan secara anarkis, tetapi juga jangan diambangkan, apalagi dihalang-halangi. Pemekaran adalah suatu bentuk nafas demokratisasi di negara ini, sebab semua ada landasan hukumnya,” ujarnya.</p>
<p>Namun, insiden 3 Februari 2009 harus segera diproses secara hukum sampai tuntas, dan forum menghimbau semua pihak untuk dapat menahan diri. Sebab peristiwa tersebut tidak ada kaitannya dengan etnisitas tertentu melainkan karena faktor politis semata.</p>
<p>Ia menambahkan, panitia pembentukan Protap tidak pernah melibatkan Forum Sisingamangaraja XII membahas tentang pembangunan Tapanuli kedepan.</p>
<p>”Apalagi sampai duduk di dalam kepanitian Protap. Dalam hal Protap ini bukannya kami tidak setuju, tapi harus dibahas dulu manfaat ke depan bagi masyarakat di Tapanuli,” katanya sambil menambahkan dalam waktu dekat akan berkunjung ke keluarga Drs H Abdul Aziz Angkat, mengucapkan belangsungkawa atas insiden tersebut. (dia/rud)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dikutip dari SUMUT POS Edisi 14 Februari 2009</span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=47&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/cicit-kandung-raja-sisingamangaraja-12-mengecam-keras-penggunaan-simbol-atribut-raja-sisingamangaraja-12-dalam-demo-anarkis-di-dprd-sumut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e1e0571ed10f6b902d061fae2e53e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogseputarrajasisingamangaraja12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_25.gif?w=259" medium="image">
			<media:title type="html">111-tonggo_25</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Raja Tonggo Tua Sinambela Of Bakkara (Raja Sisingamangaraja 15th)</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-of-bakkara-raja-sisingamangaraja-15th/</link>
		<comments>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-of-bakkara-raja-sisingamangaraja-15th/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 07:02:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogseputarrajasisingamangaraja12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Sisingamangaraja 12]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Tonggo Tua Sinambela]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[

 


This Raja Ir. Tonggo Tua Sinambela is living in Medan, but actually is the Raja of an area called Bakkara; near the Lake Toba.

He is the 15th raja of a dynasty, who emerged in middle Sumatra in the middle of the 16th century as a sort of chiefs of the Batak religious culture;of all the [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=28&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<div id="attachment_27" class="wp-caption alignleft" style="width: 346px"><img class="size-full wp-image-27" title="111-tonggo_23" src="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_23.gif?w=336&#038;h=388" alt="Raja Tonggo Tua Sinambela (The Son of Raja Patuan Sori Sinambela &amp; Maria Pasaribu)" width="336" height="388" /><p class="wp-caption-text">Raja Tonggo Tua Sinambela (The Son of Raja Patuan Sori Sinambela &amp; Maria Pasaribu)</p></div>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">This Raja Ir. Tonggo Tua Sinambela is living in Medan, but actually is the Raja of an area called Bakkara; near the Lake Toba.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"></p>
<div><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">He is the 15th raja of a dynasty, who emerged in middle Sumatra in the middle of the 16th century as a sort of chiefs of the Batak religious culture;of all the Batak peoples. Sometimes they were called the &#8220;pope&#8221; of the Batak world.</span></div>
<p></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">The last ruling Sisingamangaraja was Raja Sisingamangaraja XII (Raja Ompu Pulo Patuan Bosar Sinambela), who ruled 1870-1907 as Raja of Bakkara,but because absolutely not showing any feelings of trying to understand, that the Dutch east-Indish Government also had several good intentions in his area, he was made to flee to Pea Radja in the Dairi area from 1889.<br />
</span></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">On the 17th of june 1907 he was killed near Pulubatu because of a language misunderstanding. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Raja Sisingamangaraja XII then wanted to surrender to a trfoup of Dutch East-Indish soldiers and said in his language, that he erally had the intention to do so and wanted to give his long dagger to the soldiers, but one of then taught, that he wanted to take his weapon to kill them.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Before the leading officer Captain Christoffel could prevent that,t he bad thing already had happened and the Raja was death.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">In a honourfull way the body of the raja was then brought to another place.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Later his family became interested in the Christian belief and remained as such.<br />
Traditional Batak people asked the Dutch East-Indish Government later to let install his 3rd son Raja Karel Bontal as Raja Sisingamangaradja XIII,which wasn&#8217;t approved. Traditional Batak people saw him however as Raja Sisingamangaraja XIII.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Raja Ir. Tonggo Tua Sinambela is een by traditional Batak people as Raja Sisingamangaraja XV. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Espacially since the official rememberering of the 100 years of the death of his greatgrandfather Raja Sisingamangaraja an Indonesian National Hero, he more comes into the open.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;">
<div class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">He must be a kind and humble nobleman,who really likes to explain,that the &#8220;Boss of the world&#8221; is in Heaven and that he as a wordly raja and a bit religious traditional symbol, is only his representative.</span></div>
<p><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><strong><em></em></strong></p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Donald Tick</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><em></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><strong><em></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><a href="http://kerajaan-indonesia.blogspot.com/2008/12/raja-tonggo-tua-sinambela-of-bakkara.html">http://kerajaan-indonesia.blogspot.com/2008/12/raja-tonggo-tua-sinambela-of-bakkara.html</a></span></p>
Posted in Uncategorized Tagged: Raja Sisingamangaraja 12, Raja Tonggo Tua Sinambela <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=28&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/raja-tonggo-tua-sinambela-of-bakkara-raja-sisingamangaraja-15th/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e1e0571ed10f6b902d061fae2e53e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogseputarrajasisingamangaraja12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://blogseputarrajasisingamangaraja12.files.wordpress.com/2009/03/111-tonggo_23.gif" medium="image">
			<media:title type="html">111-tonggo_23</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Tele Samosir, Sitor Situmorang &amp; Raja Sisingamangaraja 12</title>
		<link>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/hutan-tele-samosir-sitor-situmorang-raja-sisingamangaraja-12/</link>
		<comments>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/hutan-tele-samosir-sitor-situmorang-raja-sisingamangaraja-12/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 05:04:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>blogseputarrajasisingamangaraja12</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Raja Sisingamangaraja 12]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[








Yang menewaskan Sisingamangaraja XII : Foto tahun 1907. Tentara Belanda mengejar Sisingamangaraja XII di kawasan hutan Tele. Dipimpin Hans Christoffel (memegang tongkat), mereka berpose sejenak di daerah Sagala. 
Oleh : Jaap (Belanda)**
Museum Bronbeek¹ di Belanda pada bulan Januari ini menampilkan Tanah Batak sebagai tema utama. Sebuah momen yang sungguh emosional bagi penyair Sitor Situmorang, yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=18&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="p-head">
<h1>
<div class="p-head">
<h1><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><span style="font-family:georgia,palatino;"></p>
<div class="p-head">
<h1></h1>
<div class="p-con">
<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:x-small;color:#999999;"><img src="http://tobadreams.files.wordpress.com/2008/03/sitorjaap31.jpg" alt="sitorjaap31.jpg" /></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"><span><strong><em>Yang menewaskan Sisingamangaraja XII</em></strong> : </span><em>Foto tahun 1907. Tentara Belanda mengejar Sisingamangaraja XII di kawasan hutan Tele. Dipimpin Hans Christoffel (memegang tongkat), mereka berpose sejenak di daerah Sagala. </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong>Oleh : Jaap (Belanda)**</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Museum Bronbeek¹ di Belanda pada bulan Januari ini menampilkan Tanah Batak sebagai tema utama. Sebuah momen yang sungguh emosional bagi penyair Sitor Situmorang, yang kini bermukim di negeri itu. Pasalnya, pewaris hutan ulayat Tele ini sempat diajak berbincang oleh Hans van den Akker, konservator<span> </span>Museum Bronbeek, mengenai kejadian-kejadian historis yang mengenaskan di awal abad ke-20 silam. Terutama kisah heroik pemimpin gerilya dan raja Batak terakhir Sisingamangaraja XII– <em>amangboru</em> kandung (paman) Sitor; yang tewas di tangan Tentara Hindia Belanda tahun 1907.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sitor Situmorang (83) menjelaskan secara detail– tanpa mengenal lelah–<span> </span>peristiwa di sekitar tahun 1907 melalui perspektif tradisi Batak. Kematian tragis Sisingamangaraja XII menyebabkan “perpecahan” budaya Batak Toba. Daerah tersebut sepenuhnya berada di bawah kekuasaan kolonial Hindia Belanda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Musim panas lalu, Situmorang berkeliling di Sumatera Utara dan menjadi tamu kehormatan acara peringatan 100 tahun wafatnya Sisingamangaraja XII.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sitor Situmorang² dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Desa ini terletak di kaki gunung Pusuk Buhit yang dianggap magis dan sakral di Tanah Batak. Sitor cilik sudah biasa mendengar sajak dan cerita-cerita heroik mengenai kakek moyangnya. Salah satu cerita tersebut yang paling terkenal adalah Sisingamangaraja. Ompu Babiat, ayah Sitor, masih berkerabat dengan Sisingamangaraja dan dikenal sebagai pemimpin pasukan Sisingamangaraja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ompu Babiat adalah <em>lae</em> kandung (ipar) dari Sisingamangaraja XII. Keluarga besar Si singamangaraja dari Bakkara (pesisir selatan Danau Toba) sudah turun-temurun menikahi putri<span> </span>marga Situmorang di Lintong (pesisir barat Danau Toba). Di awal abad ke-20, penduduk Batak Toba hidup berkelompok dengan marga-marga otonom. Setiap daerah diorganisasi secara teratur tidak jauh dari sumber air. <em>Bius</em> atau sistem irigasi menjadi basis pembagian otonomi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Setiap daerah atau <em>clan </em>otonom tersebut mempunyai raja. Sisingamangaraja adalah pemimpin (religius) yang paling disegani saat itu. Sisingamangaraja XII menjadi tokoh sentral setelah naik tahta di usia remaja. Ia menggantikan Sisingamangaraja XI yang tutup usia akibat epidemi kolera.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>Sisingamangaraja bergerilya di hutan Tele </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Di tahun 1883 terjadi konfrontasi antara Tanah Batak dengan kekuasaan kolonial yang sudah lama bercokol di Aceh. Serangan ini berlangsung di selatan Danau Toba di sekitar Balige.</p>
<p>Sisingamangaraja terluka di lengannya dan lari bersembunyi ke dalam hutan. Langit berubah hitam kelam. Gunung Krakatau sedang meletus saat itu. Pelariannya berakhir di Lintong. Boru Situmorang, ibunda Sisingamangaraja, berasal dari daerah ini. Popularitas Sisingamangaraja melesat sejak kejadian tersebut. Perang di areal terbuka ini sering disebut tidak berimbang. Tentara Hindia Belanda dianggap secara taktis dan teknis lebih superior.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mulai saat itu masyarakat Batak Toba mempunyai satu musuh utama, Tentara Hindia Belanda, dan seorang pemimpin, Sisingamangaraja XII. Pada tahun 1889, gerakan kontra gerilya Sisingamangaraja dan tentaranya berpusat di Pea Raja. Ia juga memimpin rakyatnya melewati kehidupan yang cukup aman dan tentram. Sementara itu, Tentara Belanda di Aceh membentuk korps elit untuk melawan aksi militan. Korps revolusioner ini merupakan ide dari J.B. Heutsz dan islamolog <strong>C. Snouk Hurgronje</strong>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentara gerilya Aceh dan Batak diawasi oleh brigade yang terdiri dari maksimal 16 serdadu pribumi di bawah pimpinan komandan dari Eropa.Mereka dipersenjatai dengan karabin dan klewang. Brigade ini beroperasi amat cepat dan akurat. Posisi Aceh semakin terdesak dan perlawanan Aceh dapat dibendung oleh Tentara Hindia Belanda. Tanah Batak kembali menjadi daerah incaran kolonialisme mulai tahun 1904. Ekspedisi mereka di bawah pimpinan Van Daalen berakhir di Gayo dan Alas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tanah Batak yang mereka lewati dan diperkirakan membahayakan akan dibakar, dijarah dan dibunuh penduduknya. Raja Batak menjadi target terpenting mereka saat itu. Ekspedisi lainnya mulai merambah Pea Raja, tempat persembunyian pemimpin perlawanan Bangso Batak itu. Sisingamangaraja XII harus bersembunyi lebih dalam lagi ke hutan belantara bersama keluarga dan pengikutnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“Mereka seperti bermain petak-umpet,” ujar Sitor Situmorang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img src="http://tobadreams.files.wordpress.com/2008/03/sitorjaap11.jpg" alt="sitorjaap11.jpg" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong><em>17 Juni 1907 : Sisingamangaraja tertembak<span> </span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu letnan dari ekspedisi ini, Colijn, yang juga pernah menjabat PM Belanda menulis surat kepada istrinya dan menyatakan kekagumannya terhadap tokoh Sisingamangaraja yang disucikan dan peninggalan berharga mereka yang dibiarkan begitu saja sewaktu bersembunyi ke dalam hutan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tentara Hindia Belanda di bawah pimpinan Hans Christoffel dilengkapi empat brigade bertolak ke kawasan Batak Toba di bulan Maret 1907. Brigade tersebut sebagian besar terdiri dari penduduk Jawa dan Ambon. Mereka ditugasi Christoffel untuk menangkap Sisingamangaraja XII, hidup atau mati.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meskipun berperawakan kecil, Christoffel dikenal tegas, berani dan tidak mudah ditaklukkan. Selain itu, ia adalah penembak jitu dan berpengalaman melawan gerakan kontra gerilya. Tanpa membuang waktu, ia bersama brigadenya segera menyusuri daerah pesisir barat Danau Toba dan pegunungan di Pusuk Buhit.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kondisi alam di sana sukar dan dipenuhi jurang dalam serta bukit terjal. Dalam waktu singkat, Christoffel berhasil mengumpulkan informasi mengenai tempat persembunyian Sisingamangaraja. Taktik <em>search-and-destroy</em> Christoffel berakibat tertangkapnya Boru Situmorang dan beberapa anaknya, namun Sisingamangaraja belum dapat disentuh. oleh Christoffel. Sampai akhirnya pada tanggal 17 Juni 1907, salah satu brigade dari Christoffel bertatap muka langsung dengan Sisingamangaraja di dekat sebuah jurang di daerah Parlilitan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“<em>Ahu Singamangaraja</em>,” teriaknya. (Akulah Singamangaraja)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut sebuah jurnal kolonial, pertumpahan darah tidak dapat dihindari dan Sisingamangaraja gugur bersama kedua putranya. Jenazah Sisingamangaraja diusung berkeliling desa supaya rakyat tahu raja mereka telah tiada (Ini<span> </span>taktik Belanda untuk menjatuhkan moril Bangso Batak, supaya lebih mudah dikalahkan dan dijajah.)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sisingamangaraja dimakamkan di sebuah garnisun di Tarutung. Belanda ingin menghindari tempat peristirahatan terakhir Sisingamangaraja menjadi semacam tujuan ziarah. Kemudian anak-anak Sisingamangaraja yang lain dibaptiskan oleh misionaris<span> </span>dari Rijn dan dikirim ke Jawa. Sejak saat itu, Tanah Batak menjadi bagian dari dunia “modern”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">———————————————————————————————————</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Catatan</strong>:</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">¹Museum Bronbeek menggelar pameran <em>De laatste Batakkoning</em> (Raja Batak terakhir) mulai 20 Januari hingga 20 Oktober 2008. Eksposisi ini juga dilengkapi ceramah, pergelaran tari, pemutaran film dokumenter mengenai Batak dan interview dengan Sitor Situmorang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">²Sitor Situmorang dilahirkan di Harianboho, 2 Oktober 1924. Di usia 6 tahun ia pergi ke Balige untuk menempuh pendidikan. Sekolah dasarnya ia selesaikan di Sibolga dan sekolah menengahnya di Tarutung. “Kami menganggap pendidikan Belanda sebagai hal yang lumrah waktu itu,” ungkapnya. Masa pendudukan Jepang terpaksa menghentikan kegiatan akademisnya dan Sitor bergabung dengan Harian Waspada di Medan. Tahun 1946 ia pindah ke Jakarta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sitor termasuk sastrawan Angkatan ‘45. Ia banyak menulis esai mengenai Indonesia Baru dan perkembangannya di masa awal Republik Indonesia. Tahun 1953, setelah mengenyam pendidikan di Amsterdam dan Paris, kumpulan puisinya “Surat Kertas Hijau” diterbitkan. Selain itu masih ada beberapa kumpulan sajak, cerita pendek dan naskah drama.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Publikasi “Esai Sastra Revolusioner” di tahun 1965 di era Soeharto membuatnya harus mendekam di penjara selama 8 tahun, tanpa proses pengadilan. Selanjutnya terbit kumpulan puisi “Waktu Dinding” dan “Peta Perjalanan”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Karya Sitor tidak hanya kental dengan tradisi Batak yang kuat, tetapi juga dipengaruhi sastrawan modern Belanda seperti Slauerhoff. Tema karya Sitor yang menonjol: cinta semu atau tidak kekal, pengembaraan dan siklus abadi kematian dan kehidupan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ia menjadi dosen tamu di Seksi Indonesia di Universitas Leiden (1981-1990). Setelah pensiun, Sitor sempat tinggal di Pakistan, Paris dan Jakarta. Ia dianugerahi ASEAN Write Award di tahun 2006. Kini ia menetap di Belanda.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Sumber</strong>: Majalah Moesson <em>–Sitor Situmorang over de laatste koning aller Batak– De dag dat de hemel zwart werd</em> (Januari 2008)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">———————————————————————————————————-<span> </span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';">** <em>Artikel ini dikutip dari Kompas.Online</em></span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:'Times New Roman';"><em>** Sumber :  <a href="http://tobadreams.wordpress.com/2008/03/04/hutan-tele-sitor-situmorang-si-singamangaradja/">http://tobadreams.wordpress.com/2008/03/04/hutan-tele-sitor-situmorang-si-singamangaradja/</a></em></span></div>
</div>
</div>
<p></span></span></h1>
</div>
</h1>
</div>
Posted in Uncategorized Tagged: Raja Sisingamangaraja 12 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com&blog=6867950&post=18&subd=blogseputarrajasisingamangaraja12&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogseputarrajasisingamangaraja12.wordpress.com/2009/03/08/hutan-tele-samosir-sitor-situmorang-raja-sisingamangaraja-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/20e1e0571ed10f6b902d061fae2e53e9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">blogseputarrajasisingamangaraja12</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tobadreams.files.wordpress.com/2008/03/sitorjaap31.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sitorjaap31.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tobadreams.files.wordpress.com/2008/03/sitorjaap11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sitorjaap11.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>