![]() Raja Tonggo Tua Sinambela MEDAN (KATAKAMI) Forum Sisingamangaraja XII menyesalkan insiden 3 Februari 2009 dan turut berduka cita atas wafatnya Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat. Forum yang dipimpin langsung oleh cicit pahlawan nasional dari Sumatera Utara, Raja Tonggo Tua Sinambela, inipun menyayangkan penggunaan atribut atau symbol yang berhubungan dengan Raja Sisingamangaraja XII dalam aksi anarkis itu. ”Kami menyayangkan pemakaian simbol dan logo dari Raja Sisingamangaraja XII, oleh oknum-oknum tertentu sebagai lambang perjuangan dalam aksi insiden berdarah di kantor DPRD Sumut. Untuk itu saya tegaskan mewakili keluarga bahwa pemakaian simbol dan lambang tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Raja Sisingamangaraja XII ini,” kata Raja Tonggo Sinambela kepada wartawan koran ini, Jumat (13/2) “Kami menolak stigmatisasi kultural terhadap etnik Batak melalui insiden tersebut, yang dapat berdampak pada timbulnya diskriminasi baru di Indonesia,” sambungnya. Penjelasan Forum Sisingamangaraja XII disampaikan Tonggo Tua didampingi sekretarisnya Ir Mangarimpun Parhusip, Wilson Silaen, Ir Anggiat Pasaribu, Joni Robert Simanjuntak dan Thompson HS, di Toba Lauser Jalan SM Raja Medan. Pihaknya menilai bahwa proses pemekaran di Indonesia sudah lama berlangsung, sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Agar proses pemekaran serupa yang terjadi di Sumatera Utara, dalam perspektif percepatan pembangunan lokal untuk kepentingan nasional, juga harus mengacu kepada undang-undang yang berlaku tersebut. ”Proses pemekaran ini jangan dipaksakan secara anarkis, tetapi juga jangan diambangkan, apalagi dihalang-halangi. Pemekaran adalah suatu bentuk nafas demokratisasi di negara ini, sebab semua ada landasan hukumnya,” ujarnya. Namun, insiden 3 Februari 2009 harus segera diproses secara hukum sampai tuntas, dan forum menghimbau semua pihak untuk dapat menahan diri. Sebab peristiwa tersebut tidak ada kaitannya dengan etnisitas tertentu melainkan karena faktor politis semata. Ia menambahkan, panitia pembentukan Protap tidak pernah melibatkan Forum Sisingamangaraja XII membahas tentang pembangunan Tapanuli kedepan. ”Apalagi sampai duduk di dalam kepanitian Protap. Dalam hal Protap ini bukannya kami tidak setuju, tapi harus dibahas dulu manfaat ke depan bagi masyarakat di Tapanuli,” katanya sambil menambahkan dalam waktu dekat akan berkunjung ke keluarga Drs H Abdul Aziz Angkat, mengucapkan belangsungkawa atas insiden tersebut. (dia/rud)
Dikutip dari SUMUT POS Edisi 14 Februari 2009 |
Cicit Kandung Raja Sisingamangaraja 12 Mengecam Keras Penggunaan Simbol & Atribut Raja Sisingamangaraja 12 Dalam Demo Anarkis Di DPRD Sumut
08/03/2009 oleh blogseputarrajasisingamangaraja12
